Sabtu, 16 Maret 2019

surat terbuka untuk calon mertua ku

Saya tidak tahu harus dari mana awal saya menjelaskan perihal ini, tapi begini lah saya beserta dengan semua perasaan saya.


Pak, bu.
Perkenalkan saya adalah seorang perempuan yang sangat mencintai anak bapak dan ibu, saya menyimpan banyak harapan baik untuk hidup saya dengan dia. Ada kalimat yang menyatakan jika kita tidak boleh berharap kepada sesama manusia apalagi harapan itu sangat besar kita hanya boleh berharap kepada Allah SWT yang bisa menyatukan setiap manusia dengan yang sebenar-benar nya pasangan.

Pak, bu.
Saya yang terlalu berharap banyak kepada nya, maaf saya masih belum pantas untuk anak bapak dan ibu. Maaf jikalau saya terlalu sering membuat hati nya patah, maaf kalau saya masih belum bisa menjadi pilihan yang tepat untuk anak bapak, maaf kalau saya masih belum bisa sepintar ibu dalam hal memasak makanan favoritnya.
Namun, selama ini saya selalu berusaha untuk menjadi seseorang yang dia mau pak, bu. Saya sangat bersyukur bisa mengenal dia dengan baik, saya juga yakin bahwa Allah SWT tidak semata-mata mendekatkan kami tanpa ada maksud dan tujuan yang lebih baik.

Tapi pak, bu.
Maafkan saya yang masih belum bisa menjadi pilihan yang terbaik untuk nya, saya masih kurang dalam memahami pribadi nya, saya masih kurang baik dalam menjaga hatinya.
Dan masih banyak sekali kekurangan saya walaupun demikian saya selalu berusaha bisa memberikan yang lebih dan terbaik untuk nya.
Maaf jika apa yang saya inginkan untuk nya terkadang tidak membuat dia nyaman.

Saya tahu, mungkin saya terlalu muda untuk memahami anak bapak dan ibu yang lebih dewasa dari saya, saya terlalu menyimpan banyak harap yang membuat saya lupa bahwa hidup dia jauh lebih sibuk daripada saya tanggung jawab dalam pekerjaan, keluarga dan hal-hal lain yang menjadi haknya. Saya selalu membuatnya kesal dengan setiap rengekan perhatian yang saya minta bahkan saya tahu jika dia sedang sibuk terkadang saya hanya bisa menuntut waktu tanpa memperdulikan apa yang sedang dia lakukan.

Pak, bu. Saya sempat berfikir dan merasa lelah dengan nya, saya berfikir dia tidak benar-benar membutuhkan saya, tapi ntah apa yang membuat saya yakin dengan nya, saya merasa ada sesuatu yang membuat saya yakin dengan anak bapak dan ibu.
karena itu saya merasa beruntung jika saya di miliki anak bapak, terlebih jika ibu juga merestui. Saya akan sangat bahagia dan sangat berterimakasih.

 mungkin hanya itu yang ingin saya sampaikan bila sewaktu-waktu bapak/ibu calon mertua ku membaca tulisan ini, sekali lagi terimakasih sudah menghadirkan dan melahirkan dia untuk saya yang serba kurang ini.

"semoga kamu juga membacanya dengan baik, calon imamku"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar