Hari ini aku akan memberitahukan segala apapun yg ada di fikiran ku.
Aku senang memuji orang yg bilang kalau dirinya sudah hijrah dan mengerti dalam semua kebaikan.
Sudah lebih faham tentang agama, ikut kajian sana-sini, pamer hal-hal yg menurutnya itu ibadah berfikir kalau yg dia lakukan itu sudah sangat benar.
Bukankah lebih baik mencari pahala itu intim saja berdua dengan Allah?
Niat karena-Nya, mengikuti semua aturan yang telah di tetapkan dalam agama Nya.
Tanpa harus orang banyak tahu dari mana saja dia mencari pahala, seolah mengajak namun di hati kecil nya jauh dari kata itu ada niat lain selain mengajak, pujian yg ingin dia dapatkan.
Aku senang melihat orang seperti itu, mengapa?
Karena begitu banyak kepalsuan yang muncul & terlihat sebagai pembelajaran untukku.
Kita lihat kebelakang sebelum jauh melihat diri kamu yg sekarang.
Bagaimana dengan hidup orang tua mu?
Kamu bisa sesuka hati pergi jauh dengan teman-teman, traveling, mendaki, ke pantai kemanapun yg kamu mau.
Namun bagaimana dengan hidup orang tua mu? Yg harus tidur di dalam satu ruangan pengap, yg penuh dengan barang-barang mu, sekeliling nya hanyalah baju dan perabotan yang berantakan tak tertata rapi.
Bagaimana dengan tidur orang tua mu?
Yang hanya beralaskan tikar serta kasur tipis, tapi kamu tinggalkan mereka Dalam keadaan seperti itu, ketika orang tua mu bangun dari tidurnya merasakan sakit di seluruh tubuh terpaksa minum obat agar sakit itu hilang dan bisa beraktifitas seperti biasa nya, atau malah dibiarkan terasa sakit karena sudah terbiasa.
Bagaimana jika itu terjadi setiap hari, di usianya yang semakin menua.
Bagaimana dengan pekerjaan orang tua mu?
Ketika kamu di bangun kan lalu menolak untuk mengantar mereka belanja ke pasar untuk membuatmembeli bahan makanan yg nantinya akan di jual untuk menghidupi kamu, untuk menyambung hidup.
Sedangkan kamu, makan enak di luar sana dengan teman-teman mu, menghabiskan sisa waktu & masa muda dengan menjelajahi dunia.
Agar semua orang tahu bahwa "aku pernah berkeliling, menaklukkan semua gunung, laut dan yg lainnya, ketika aku tua nanti akan aku ceritakan semua pengalaman ku ini semasa muda" katamu dengan gagahnya.
Namun apa yang ada di fikiran mu
Jika semua uang yang kamu tabungkan habis hanya untuk kesenangan mu saja tanpa berfikir bagaimana kehidupan nanti kedepannya.
Coba kita lihat penghasilan kedua orang tua mu dari hasil kerjanya?
Orang tua mu mendapatkan uang yang akan habis lagi lalu di pakai modal untuk berjualan esok dan makan hari ini, selalu begitu setiap hari tanpa kamu bantu dalam finansial orang tuamu. Aku tau betul dan kamu lebih faham dariku.
Bagaimana dengan pasangan mu nanti?
Kamu menginginkan pasangan yang baik, pribadi yg baik mengerti agama dan tak memiliki kekurangan sedikit pun yang mendekati sempurna versi mu.
Kamu berharap sangat penuh dengan ekpektasi yg tinggi terhadap calon pasangan mu.
Jangankan untuk menghidupi anak orang yang ekpektasi nya jauh dari hidupmu, pasangan yang kamu idam-idamkan itu tidak mudah didapatkan, ia dilahirkan dari keluarga yang finansial nya baik dalam didikan yang kuat akan segala adab, perilaku dan baik dalam agama nya.
Dan,
Jika cara hidupmu seperti sekarang aku yakin kamu akan kewalahan menghadapi tantangan setelah menikahinya.
Karena kamu tidak dekat dengan orang tua mu, kamu selalu lebih memilih membahas penilaian calon pasangan mu dengan mereka teman-teman mu, ketimbang membahas tentang calon pasangan mu kepada orang tua.
Dan apa kata pasangan mu nanti mendapatkan jodoh yang tidak tahu aturan perilaku, adab, sopan santun terhadap orang tua bahkan kepedulian pun kamu tidak ada, jika sudah begitu apa yang dipertahankan darimu?
Yang ada kamu ditinggalkan bahkan sebelum kalian menikah, menjadi sepasang suami istri, dalam tahap pengenalan pun kamu akan di nilai.
Coba saja jika mempunyai keinginan memperbaiki hidup kedua orang tua mu saja dulu. Perbaiki dan tanya apa yang kurang dari mu untuk menjaga keduanya, mengurusi keduanya. Cobalah lebih terbuka dengan kedua orang tua mu.
Lalu,
Setelah mendapatkan pekerjaan dan penghasilan lebih kamu bisa mencarikan mereka tempat tinggal yang lebih layak untuk di tempati, walaupun semisal hanya mengontrak dengan rumah yang lebih besar dari sebelumnya, yang mungkin akan lebih cukup untuk kalian satu keluarga, itu lebih baik ketimbang kamu buang-buang hasil kerjamu hanya untuk kesenangan mu saat itu, hanya hari itu.
Orang tuamu lebih utama bukan?
Kamu belikan kasur yang empuk, yang bisa membuat kedua orang tua mu nyaman bila tidur di atas kasur yang kamu belikan, dari pada kamu buang uang itu untuk menyewa tenda atau hotel bersama dengan teman-temanmu saat kamu traveling.
Hasil rejeki darimu bekerja akan lebih bermanfaat dan berkah jika kamu berikan kepada orang tua mu. Bukankah kamu lebih faham point ini?
Itu Lebih baik ketimbang kamu habiskan hanya untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu penting.
Mengajak atau membelikan makanan kesukaan orang tua mu lebih nikmat ketimbang kamu mentraktir teman-teman mu yg suatu waktu mereka bisa saja menutup telinga ketika kamu kelaparan. Atau mungkin mereka lebih terjamin dalam hidupnya.
Makan di restoran agar terlihat menarik oleh orang lain.
Kamu tahu? Orang lain hanya melihat mu, mereka punya jalan berfikir dan penilaian sendiri. Tidak semua hal yang kamu bagikan bersama orang lain akan di anggap baik. Namun akan berbeda jika kamu berikan kepada orang tua mu, hidup mereka terjamin, kamu semakin di sayang, semakin di perhatikan dan semakin percaya bahwa jika suatu saat nanti mereka pergi meninggalkan mu sendirian mereka tidak akan khawatir hidupmu akan seperti apa dan bagaimana.
Dan kamu, bukankah hidup mu tidak akan slalu sendirian? Pasti akan butuh seseorang yang bisa melengkapi hidupmu, memperbaiki salahmu, menutupi kurang mu dan menyemangati mu ketika malas dalam hidup menjadi musuh-musuh mu setiap pagi.
Kamu akan menemukan pendamping hidup sesuai yang kamu butuhkan ketika kamu lebih dekat dengan orang tua ketimbang kamu meminta jodoh kepada teman-teman mu, meminta penilaian kepada mereka tentang pasanganmu. Tapi orang tua mu tahu pasangan yang seperti apa yang kamu butuhkan.
Jadi segini dulu dariku tentang hidup yang mengutamakan orang tua, lebih berkah dan bermanfaat ketimbang melihat dunia luar yang penuh dengan topeng.
ketika kamu terjatuh orang tua lah yang akan lebih dulu bersama mu, bukan teman-teman mu.
Sekedarnya saja bersama mereka, walaupun kamu anggap bahwa mereka yang selalu ada untuk kamu, coba sedikit batasi tidak semua teman dapat menerima sikap baik-buruk mu.
Orang tua mu lebih faham betul tentang kamu sampai detik ini.